A Piece of Takmiroh’s Story part 12: Kutemukan Dirimu dalam Pencarianku..

IMG-20130701-WA003

Tumbuhan yang sedang berada di tanah gersang, kiranya begitu sejuk apabila ada air yang menyiraminya. Begitulah kira-kira gambaran kondisi hati saat itu, gersang. Gambaran kondisi hati saat diriku berada pada awal masa peralihan. Masa yang rawan untuk terjatuh dalam lembah kebatilan. Rasa bingung muncul saat mencoba masuk ke dunia baru bernama kampus. Ketika diri harus hijrah di kota yang asing, bertemu dengan banyak orang baru yang asing, dan harus kehilangan teman-teman satu perjuangan di masa putih abu-abu. Saat kondisi jiwa jauh dari teman-teman sepemahaman (dalam agama). Teman-teman yang selalu mencoba beribadah sesuai dengan apa yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam contohkan, bukan asal mengikuti nenek moyang atau sejenisnya. Mereka yang berpikir begitu ilmiahnya dalam Islam, bukan asal “katanya.., katanya.. dan katanya..” tanpa dalil yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Bukan pula menuruti hawa nafsu dengan penafsiran akal manusia yang terbatas. Mereka yang selalu kokoh di tengah zaman yang semakin asing dengan itu semua.

Ketika jiwa jauh dari teman-teman seperti itu, jauh dari nasihat, jauh dari majelis ilmu yang di dalamnya mengajarkan Islam sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah, rasanya itu.. seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Hidup terasa hambar, hati tak tenang, tidurpun tak nyaman. Hati yang sedang sakit kiranya membutuhkan obat penyembuh. Aku tak ingin nantinya tetap sendiri dalam kesepian dari ilmu. Aku tak ingin berlama-lama dalam kegalauan masa peralihan. Aku mencoba mencari info dengan tidak lupa berdoa agar diberi kemudahan oleh Allah. Bermodalkan jiwa “kepoers”ku, aku mencoba menjelajahi dunia maya.

Semenjak duduk di bangku SMA, aku sering membaca blog salah satu dokter yang juga seorang ustadz. Berawal dari hal tersebut, aku mencoba menghubungkan satu orang dengan orang yang lain, memadukan satu info dengan info yang lain, dan membaca kegiatan-kegiatan yang ada di UGM dan sekitarnya khusunya di Fakultas Kedokteran. Akhirnya, setelah pencarian yang cukup panjang, setelah jemari yang terus berusaha menekan-nekan tombol, dan setelah menjadi orang yang sangat kepo, akhirnya dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala diriku menemukanmu.. Takmiroh Ibnu Sina .

Alhamdulillah.. Takmiroh Ibnu Sina berbentuk Facebook yang foto profilnya bergambar hati akhirnya kutemukan. Tanpa basa-basi, kusambar tombol permintaan pertemanan. Kami pun berteman, dengan gaya SKSD (Sok Kenal Sok Dekat) Aku mengirimkan pesan untuk mengenalkan diri, bertanya banyak hal, dan tidak lupa memberikan nomor handphoneku. Admin dari akun Takmiroh mengenalkanku dengan para akhawat yang seangkatan denganku dan sama-sama tertarik dengan Takmiroh. Aku berkenalan dengan mereka, lagi-lagi melalui facebook. Sejak saat itu, silaturahmi kami pun terus terjalin. Kami sering berhubungan baik melalui dunia maya maupun SMS. Walaupun raga belum bersua, namun keindahan ukhuwah itu sudah terasa. Kami sudah seperti keluarga walaupun baru sebatas di dunia maya. Aku yakin, suatu saat Allah pasti akan mempertemukan kami. Kami sering melakukan chatting, bahkan sebelum kegiatan kampus dimulai aku sudah cukup dekat dengan salah satu sahabat Takmiroh. Kami sudah bisa berbagi info, mengenal lebih jauh, bahkan kami bisa curhat satu sama lain. Walaupun aku belum pernah bertatap muka dengannya, namun keindahan ukhuwah karena Allah sungguh sangat terasa. Persaudaraan yang timbul karena Allah pasti akan Allah jaga. Aku yakin itu.

Setelah sekian lama menunggu, akhirnya kegiatan perkuliahan pun dimulai. Setelah berbagai pernak-pernik masa orientasi mahasiswa, acara seminar, soft skill dan lain-lain akhirnya status mahasiswa resmi kusandang. Dunia perkuliahan dengan sistem blok mulai kujelajahi. Hingga akhirnya aku bertemu dengannya. Siang itu, aku berjalan menuruni tangga toilet. Nampak seorang wanita dengan jilbab yang menjulur begitu panjangnya. Wajahnya tertutup masker. Wajahnya tak nampak, namun sangat jelas terlihat wanita itu sedang tersenyum ke arahku. Kaki ini terasa begitu ringan untuk mendekatinya, kami bersalaman dan saling berkenalan. Setelah kudengar namanya, rasanya ada perasaan senang membuncah. Kami berdua saling terkejut ringan. Seseorang yang sudah sejak lama kuhubungi baik lewat FB maupun SMS. Hari itu, siang itu, di tempat parkir FK UGM, akhirnya setelah sekian lama berhubungan lewat dunia maya Allah mempertemukan kami. Aku dan admin Takmiroh pun bertemu. Alhamdulillah.. \()/

Hubungan kami terus berlanjut setelah pertemuan siang itu. Beliau sering mengirimkan info-info kajian di sekitar UGM. Pertemuan kami pun semakin sering, khususnya ketika shalat di Masjid Ibnu Sina. Beliau menawarkanku untuk bergabung pada kelompok pengurus masjid yang namanya sudah tak asing lagi di telinga, Takmiroh Ibnu Sina. Tak perlu berpikir panjang, pasti ‘ya’ jawabannya. Aku tak menyangka, Aku bertemu banyak teman baru di Takmiroh Ibnu Sina. Teman-teman yang boleh dibilang ‘masih unyu’ karena baru saja hijrah dari masa putih abu-abu. Teman-teman para generasi muda yang kritis akan hidup ini, akan agamanya, dan bersemangat dalam belajar akan itu semua. Warna Takmiroh seakan berubah, penuh warna ceria anak-anak SMA. Penuh nuansa semangat baru para generasi muda. MasyaAllah.. inilah jawaban dari-Nya, aku dipertemukan pengganti sahabat lamaku di kota baruku ini. Allah maha adil dan rencana-Nya begitu indah, lebih indah dari kata indah, Allah sangat menyayangiku lebih dari yang aku tahu. Wujud sayang-Nya padaku, aku dipertemukan dengan keluarga ini. Teman yang aku harapkan bisa menjadi teman minyak wangiku. #Takmiroh Ibnu Sina.

Pertemuan pertamaku dengan satu per satu dari kalian, masih teringat jelas. Saat pertama kali tanganku menjabat satu persatu dari kalian dengan tempat berbeda. Aku masih mengingat warna kerudung yang kalian pakai saat itu, tempat pertemuan kita, dan apa yang sedang kalian kerjakan saat itu. Aku banyak berharap.. Semoga Takmiroh semakin solid dalam KISMIS, SKKI, dan kajian rutin lainnya. Semoga persaudaraan kita terus terjaga. Persaudaraan karena mengharap ridha Allah semata. Semoga persaudaraan kita abadi sampai jannah-Nya. Kelak, saat siapapun dari kalian yang lebih dulu masuk jannah, aku harap kau turut mengajakku ke sana. Jangan lupakan akuuu. Peluk erat dan salam hangat untuk keluarga seaqidah, #Takmiroh Ibnu Sina.^^

 

-UH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s