Aku Rindu

breaking-the-chains-of-debt

Aku Rindu

Aku rindu,

Aku rindu mata yang terjaga itu, mata yang menunduk malu, mata yang tak mau tau siapa yang berkelebat itu

Kemana kan kucari mata itu? Mata khas di wajah penuntut ilmu,

Mengapa tak kujumpai lagi mata indah itu, apa yang membuatnya tak seindah dulu?

 

Aku rindu,  aku rindu senyuman hangat itu, senyuman tulus untuk saudaramu, senyuman sejuk nan melegakan

Kemana kan kucari senyuman itu? Senyuman khas penuntut ilmu,

Mengapa sulit kutemukan senyuman itu, bahkan memandang wajah saudaramupun, kau tak mau..

 

Aku rindu,

Aku teramat rindu langkah kaki penuh semangat ke majelis ilmu, aku rindu bergegasnya dirimu menghampiri taman-taman surga

Kemana kan kudapati hasrat menggebu pencari ilmu? Apakah hanya tinggal cerita masa lalu?

Mengapa semakin pudar cita-citamu menjadi pewaris Nabi, apalagi yang kau kejar?

 

Aku rindu,

Aku rindu hati yang khusyu’ itu, hati yang bergetar ketika mendengar ayat-ayat-Nya, hati yang hadir ketika di majelis ilmu, ketika berkhalwat dengan Rabb-Nya, ketika melantunkan firman-Nya

Dimana lagi kan kutemui kekhusyu’an itu? Adakah kini yang tertinggal hanya perkara zhahir saja?

Ada apa gerangan duhai hati?

 

Aku rindu,

Aku rindu uraian air mata itu, air mata yang mengalir karena begitu butuh ampunan Rabb-Nya, yang mengalir karena teringat dosa-dosanya, yang mengalir tanpa manusia lain tau

Dimana lagi kan kudapati air mata itu? Telahkah mengering seiring hati yang berkarat?

 

Aku rindu,

Aku rindu jiwa yang qana’ah itu, jiwa yang lapang atas ketentuan RabbNya, yang senantiasa merasa cukup dengan pemberian RabbNya, yang tak pernah iri melainkan ghibthoh, yang lisannya terjaga dari keluh dan kesah

Ah, mengapa begitu sulit kutemukan, apakah dunia telah sesak menjejali jiwamu?

Sudahkah terlupa oleh ingatanmu bahwa dunia ini tak lebih dari sayap nyamuk?

 

Aku rindu,

Aku rindu wara’ dan ‘iffah yang menghiasi penuntut ilmu

Aku rindu kehati-hatian itu,,

Aku rindu penjagaan kehormatan diri itu,,

Aku rindu hati yang khusyu’ itu,,

Aku rindu air mata itu,,

Aku rindu jiwa yang qana’ah itu,,

Kemana kan kucari lagi?

Katakan padaku, apa yang membuatnya seakan hilang, tak berjejak?

 

Apakah satu demi satu noktah telah mengikir benteng keimananmu?

Hingga kau tak rasai lagi, bekas noktah yang menambah hitam hatimu?

Kemana kepekaan akan sebuah dosa itu?

Bukankah dulu kau teramat takut bila terkena?

Mengapa kini teramat mudah kau langgar batas-batas tegas itu?

 

Aku sungguh rindu keterjagaan khas penuntut ilmu

Aku harap, akan segera kembali

Mata yang terjaga itu

Senyuman manis itu

Kehati-hatian itu

Kehormatan diri itu

Penjagaan batas tegas itu

Semangat menuntut ilmu itu

Hati yang khusyu’ itu

Air mata itu

jiwa yang qana’ah itu

 

Sungguh, aku rindu..

Tidakkah kau pun begitu?

Merinduinya hadir kembali dalam diri-diri kita yang lemah ini..

 

::Adh dhoifah ilaa Robbiha::

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s