Antara Pogung, Mereka dan Aku

petaugm2

Biarkan aku bercerita kawan. Tentang kisahku sebelum dikota perantauan.

Prolog:

Kau tahu? Aku anak ‘ndeso’ (eh kok bangga? *gak papa biarin aje). Dari SMP aku berkeinginan pergi ke kota besar, agar aku bisa merasakan kehidupan anak kota. Let me say… kota itu adalah Jakarta. Bukan karena aku punya saudara atau kenalan di sana, tapi, karena… sederhana saja. Jakarta=Ibu Kota, pasti dia ‘Paling Kota’ di antara semua Kota yang ‘dianggap kota’. Boleh kuulangi, aku anak ‘ndeso’, jadi wajar saja jika aku berkeinginan pergi ke ‘Ibu Kota’, bukan hanya ke ‘Kota’, tapi ‘Ibu’ dari ‘Kota’, bisa dipahami?

Ya, lanjut. Keinginan itu kuat mengakar dari SMP hingga kurang lebih kelas 1 SMA. Jika saat itu teman-teman sedang berangan-angan ke Paris, Jepang atau Korea, aku tak muluk-muluk, cukup ke Jakarta saja.

Kisah ini dimulai:

Alhamdulillah…. Allah memberikan jalan yang sungguh indah. Saat itu aku beranjak kelas 2 SMA, aku dimasukkan ke sebuah group di Facebook oleh kakak kelasku yang saat itu telah lulus dan kuliah di Jogja. Mulailah aku jadi sangat sering mengakses FB, hanya sekedar menengok grup FB itu. Bukan karena aku ng’kepo’in seseorang, tapi karena di grup itu, aku merasa ada ketenangan di dalamnya. Hampir tiap hari, ada saja penduduk grup itu yang selalu nge’share’ artikel-artikel islami yang menurutku bermanfaat, sangat bermanfaat. Terus juga…hampir tiap hari di grup itu selalu update info kajian…

Nah, dari situlah aku mulai berpikir…. Ini grup kece banget…. setiap yang dishare selalu membawa manfaat, hampir tiap hari ada artikel baru, hampir tiap jam update info kajian terbaru, hampir tiap menit menyebarkan ilmu… Cuma heran aja (karena memang saat itu, diri ini jauh sekali dari ilmu), kok bisa ya ada orang kaya’ gitu di facebook?? Jadi, intinya grup itu, jadi sering aku kunjungi, karena di situ banyak hal yang bisa aku ambil manfaatnya, ketimbang (maaf) baca status gak jelas yang intinya curhat sama dinding (baca: wall FB. Curhatnya sama dinding kan?)

Setelah berhenti kagum, aku mulai memperhatikan tiap postingan di grup itu. Mulai dari link2 terkait (saat itu banyak tulisan ‘muslim.or.id’, ‘muslimah.or.id’, ‘rumaysho.com’, itu sih yang paling sering.), tempat kajian yang saat itu posting di grup, sampe orang yang memposting itu sendiri (eh,.. loh?). Untuk yang terakhir ini tadi, jangan bayangkan aneh-aneh ya…  Saat itu aku memang ‘kepo’in orang-orang yang sering ngepost di sana, tapi jangan dipikir macam-macam, saat itu diri ini belum tahu betul batasan pergaulan laki-perempuan, jadi, ya wajar dong.. karena ilmu tentang itu belum sampai pada simpanan memoriku.

Nah dari berbagai ‘kepo’anku… akhirnya, dapat aku simpulkan bahwa:

  • Grup tersebut adalah grup yang didominasi oleh orang yang berdomisili di Jogja
  • Sebagian besar adalah mahasiswa
  • Di sana ada banyak kajian
  • Mereka sering pindah-pindah tempat kajian (soalnya nama masjidnya ganti-ganti)
  • Kajian mereka ada yang di kampus-kampus dan masjid sekitar UGM
  • Antar anggota grup sepertinya sebagian besar memang udah saling kenal, mereka tinggal berdekatan, mereka seolah-olah seperti saudara
  • Dan satu lagi, mereka sering menyebutkan ‘Pogung’.

Aku tak kenal apa itu ‘Pogung’, jangankan ‘Pogung’, Jogja aja belum pernah aku injak tanahnya pada saat itu.

Lantas, aku berpikir lagi, jika memang benar bahwa sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa, kok bisa mereka ngaji terus gitu? Apa mereka gak kuliah?

Aku gak habis pikir, yang aku tahu, mahasiswa pastilah lebih sibuk dibandingkan dengan anak SMA, lalu kenapa mereka sempat? Okelah, jika memang sempat, mengapa harus ngaji? Bukankah waktu setelah kuliah adalah waktu beristirahat setelah seharian beraktivitas? Mengapa mereka tak tidur saja? Atau nonton film, baca komik, novel dkk? Emang gak capek ya?

Berangkat dari pertanyaan2 itu, rasa penasaran ini semakin melilit-lilit pikiranku. Akhirnya… kuputuskan untuk memfokuskan diri pergi ke JOGJA, ke UGM lebih tepatnya. Dan luluhlah keinginanku semenjak SMP untuk merantau ke Ibu Kota, karena hati ini telah dipenuhi keindahan Jogja. Keindahan ilmu yang menghiasi grup FB itu!

Dan sudah kutekatkan, setelah di sana, yang akan kucari pertama kali……

Aku tak berminat melihat megahnya gedung UGM, atau luasnya kampus itu, ataupun tempat-tempat wisata yang banyak dibicarakan orang. Aku hanya ingin tau daerah ‘Pogung’ dan bertemu orang-orangnya…………………………….

____________________________

Temanku….

Jangan bosan berdakwah di media sosial…

Terima kasih untuk kakak kelas yang telah memasukkanku ke grup itu..

Dan terima kasih untuk teman-teman yang selalu meramaikan grup dakwah itu…

Semoga Allah menjaga keikhlasan hati-hati kalian… dan membalasnya dengan kebaikan…

Jangan pernah bilang, dakwah di facebook itu percuma…!

 

Aku sekarang tinggal di Pogung, dan bertemu dengan mereka.

Itu saja.

Sekian.

———————-

“Seseorang yang menyibukkan dengan pekerjaan yang merupakan tugasnya sekarang, jika ia memfokuskan pikiran, fisik dan batinnya kepadanya, maka pekerjaannya akan berhasil dan sempurna.”

(Syaikh As-Sa’di rahimahullah dalam Al-Qawa’id Al-Hisan hlm. 97)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s