Duh, di Balik Cadarnya, Ternyata Mereka…

-Catatan kecil, perjalanan hidayah (bagian 1)-

pearl-in-shell_square

Maaf saudariku yang menutup wajahnya. Maaf saudariku yang berpakaian gelap dan menutupi tubuhnya dengan kain lebar. Pertama kali saya melihat orang berpenampilan seperti Anda, spontan yang saya pikirkan adalah “gak modis”, “pasti orangnya gak kenal gaya”, “pasti orangnya jarang cuci baju nih, bajunya warna gelap, jadi kotor pun gak ketahuan”. Ya, jujur, seperti itulah saya.

Risih sekali melihatnya, belum lagi gamis yang panjang, terinjak-injak oleh alas kaki sehingga kumal berdebu. Tangan ini rasanya ingin sekali mengibas-ngibaskan bagian yang kotor itu sampai bersih dan debunya hilang. Duh, risih mbak rasanya. Continue reading

Advertisements
Sibuk? Semua orang juga. Namun, sejauh mana engkau mau berkorban?

Sibuk? Semua orang juga. Namun, sejauh mana engkau mau berkorban?

Bismillaahirrahmaanirrahiim… Beberapa teman ada yang bertanya kepada kami, bagaimana cara mengatur waktu antara kuliah dan belajar agama? Apalagi fakultas kami, kedokteran, yang terkenal dengan jadwal kuliahnya yang padat. Sebenarnya jawabannya sederhana saja: pengorbanan. Jika dibilang sibuk, semua orang juga pasti … Continue reading

A piece of takmiroh’s story part #8 “SEPETIK HIKMAH”

A piece of takmiroh’s story part #8 “SEPETIK HIKMAH”

Kala itu, di temaramnya lampu yang menyinari taman ilmu, kami bersama teman shalihah lainnya datang untuk sedikit menimba warisan nabi, ya, ilmu dien. Saat itu adalah pertemuan kedua dalam pembahasan Qawa’idul Arba’a, sebuah kitab dasar yang selayaknya dipelajari oleh para … Continue reading